Tampilkan postingan dengan label Taiwan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Taiwan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Juli 2016

google image
Di setiap pagi hari yang cerah, disini diriku terbangun karena dering alarm yang sangat bersemangat membangunkan ku untuk beraktivitas. Daku pun bergegas berangkat ke ibu kota yang memakan waktu kurang lebih 1,5 jam. Diriku pun bergegas berangkat dengan menggunakan kereta api. Di dalam kereta api yang saya gunakan setiap harinya, selalu ada sebuah wanita cantik di dalam speaker yang mengatakan bahwa kita akan sampai dimana dengan menggunakan 4 bahasa. Walaupun tidak ada bahasa Indonesia, saya bersyukur ada bahasa inggris yang membuat saya mengerti apa yang dikatakan si wanita cantik di dalam speaker tersebut. Di dalam kereta api, ada banyak manusia yang saya temukan. Manusia yang berbadan tinggi, pendek, putih, hitam, cantik dan sebagainya. Selain itu, ada banyak cerita dialamnya. Di dalam sebuah kereta di pagi hari saya sangat jarang mendapatkan tempat duduk kosong karena padatnya manusia. Di suatu hari saya melihat ada seorang wanita yang menangis tanpa henti. Mulai dari saya masuk ke dalam kereta api sampai si wantia itu turun juga menangis. Saya melihat wanita yang menangis itu bukannlah penduduk lokal disini karena wanita tersebut menangis dan berbicara dengan telpon genggamnya. Semua orang pun meilihat wanita tersebut dan tidak peduli dengan si wanita tersebut. Selain itu, ada juga situasi yang saya lihat. Ada 3 orang yang tepat duduk disebelah wanita tersebut dan seorang wanita yang berdiri yang sedang asik dengan telpon genggamnya. Saya melihat 3 wanita tersebut itu adalah penduduk lokal. Saya melihat 3 wanita lokal tersebut membawa sebuah buku yang tebal berwarna hitam. Saya menebak bahwa buku itu adalah Alkitab. Kenapa? Karena saya mendengar percakapan mereka dengan menyebutkan kata “耶稣” yang artinya TUHAN. Dan juga mereka memperhatikan si wantia yang menangis di samping mereka. Setelah mereka memperhatikan terus menerus, saya melihat 3 wanita lokal tersebut melipat tangan dan menutup mata mereka sambil berkata –kata. Mungkin mereka sedang mendoakan si wanita yang menangis tersebut. Dan cerita tentang si seorang wanita yang berdiri dimana wanita tersebut sedang asik dengan telpon genggamnya. Saya melihat wanita ini tidak peduli dengan sekitarnya karena dia asik dengan telpon genggamnya. Tetapi ada hal yang sangat mengejutkan yang dilakukan si wanita yang asik dengan telpon genggamnya dimana ketika kereta berhenti di stasiun, si wanita itu pun mengeluarkan satu pack tisu kepada si wanita tersebut dan menangis sambil ia keluar dari dalam kereta api. Apapun masalah yang ada di dalam wanita tersebut, saya hanya dapat berharap bahwa dia akan baik-baik saja. Selain itu juga, ada banyak hal yang dapat ditemukan di dalam sebuah kereta api. Diantaranya ada yang sibuk dengan telpon genggamnya, ada yang tertidur, ada yang membaca buku, ada yang berpura-pura tidak pekah karena ada banyak pemuda yang saya temukan dimana tidak peduli dengan orangtua usia lanjut dihadapannya yang tidak memberikan tempat duduknya kepada si wanita tua tersebut. Jadi, diantara situasi tersebut yang manakah dirimu??

July, 17th 2016.

Neili, Taiwan 

Selasa, 15 Desember 2015


    Menjadi seorang warga Negara Indonesia merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi ku karena Indonesia terkenal dengan kekayaan alamnya yang indah, lautnya yang biru, makanan yang enak, dan tentu orangnya yang ramah kepada setiap turis yang berwisata ke Negara yang dikenal unity diversity. Saat ini, saya merupakan seorang mahasiswa yang sedang belajar di sebuah Negara yang terkenal dengan sebutan Negara Formosa.  Sudah lebih dari 1 semester saya menikmati indahnya hidup di Negara ini. Kita tahu bahwa pulau ini mempunyai panjang 394 kilometer (245 mil) dan lebar 144 kilometer (89 mil) tetapi pulau ini mempunyai kemajuan yang begitu luar biasa mulai dari transportasi, aman, bersih, dan rapi sehingga membuat saya terkejut dan seperti mimpi. Ya maklumlah saya hanyalah manusia biasa yang berasal dari sebuah kampung di Smatera Utara yang belum pernah menyentuh ataupun melihat langsung sebuah kemajuan yang terkadang aku merasa kolot berada disini. Tapi dibanding dengan Negara tercinta yaitu Indonesia, Negara ku tetaplah home sweet home bagiku.

         Di Formosa, saya selalu berusaha agar saya di kenal sebagai Indonesian dengan cara aku menggunakan pakaian traditional seperti baju ulos, batik, dan mengajarkan mereka beberapa bahasa Indonesia. Ini membuat ku merasa bangga karena dapat memperkenalkan Negara ku kepada orang lain. Setiap aku bertemu mahasiswa internasional, maupun mahasiswa local mereka selalu berkata Indonesia merupakan sebuah Negara yang begitu indah. Kita garis bawahi, Negara yang indah. Kenapa indah? Ya, karena mereka hanya melihat dari satu sudut pandang yaitu alamnya. Saya tidak tahu mereka hanya mau menyenangkan hati saya atau tidak tapi aku sudah merasa senang. Dan mereka hanya tahu Indonesia itu hanyalah Bali. Dalam benak saya, Yes mereka tahu bali. Mereka mengatakan bahwa Bali merupakan sebuah pulau yang begitu indah dan lautnya sangat baik untuk berselancar. Dan satu lagi tiket ke Bali itu sangat murah. Makanya beberapa teman mahasiswa internasional ataupun local sangat senang berlibur ke Bali. Setiap mereka menjelaskan tentang Bali, aku mencoba merespon mereka tentang Bali. Aku berusaha untuk menjelaskan kepada mereka tentang Bali dan untungnya aku tahu tentang Bali bukan aku pernah ke Bali tetapi aku pernah membaca artikel tentang Bali. Setelah itu, aku berusaha untuk memperkenalkan sebuah danau yang begitu indah yang tak kalah jauh dengan Bali yaitu Danau TOBA. Setiap aku bertanya kepada teman-teman disini, Sudah pernahkah kamu ke Danau TOBA atau pernah dengar Danau TOBA? Dan mereka selalu menjawab NO. Ketika mereka mengatakan NO, disitu juga saya langsung berkesempatan untuk membuat mereka tahu dan ingin pergi ke Danau TOBA. Tetapi dalam benak, saya merasa sedih karena tak satupun mengetahui sebuah keindahan di kampng ku.
       Kita tahu bahwa Danau TOBA, adalah sebuah danau vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer yang terletak di Provinsi Sumatera Utara (wikipedia.com) dan merupakan sebuah pulau terbesar di Asia Tenggara. Selain itu Danau TOBA juga mempunyai tempat-tempat indah dan bersejarah yang dapat di kunjungi. Namun kini, Danau TOBAkurang terkenal dan diminati seperti dulu lagi. Sebenarnya apa penyebabnya sehingga kurang diminati? Seperti dalam sebuah situs  (danautobaindah.blogspot..com) yang saya baca, ada beberapa poin sehingga Danau TOBA menjadi kurang dinikmati, yaitu :
  1. Kerusakan alam yang semakin parah.
  2. Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap sampah.
  3. Kurangnya sarana dan prasarana yang memadai.
  4. Kurangnya sebuah keramahan masyarakat yang ada disekitar Danau TOBA terhadap tourist yang berkunjung.
  5. Kurangnya promosi pemerintah tentang informasi akan keindahan Danau TOBA.
      Selain itu saya juga menambahi dalam bidang pendidikan. Saya melihat kurangnya sebuah  perhatian di bidang pendidikan terhadap pelajar ataupun masyarakat yang ada di sekitaran Danau Toba. Seperti bahasa inggris. Ya, bahasa inggris adalah salah satu alat untuk dapat mempromosikan indahnya Danau TOBA kepada tourist. Namun, alat ini kurang memadai sehingga Guide untuk tourist di Danau Toba berasal dari Kota seperti medan. Hmm… iya, Jika saya bandingkan terhadap Bali, sangat jauh sekali bedanya. Apakah harus orang Bali yang turun tangan untuk mengurus si Toba?? Mungkin, pertanyaan ini bisa kita jawab dalam hati kita masing-masing. Dan disini saya mengajak teman-teman yang khusunya berasal dari Sumatra Utara baik yang sedang merantau di luar pulau Sumatera ataupun di Luar negeri, Jangan lupa untuk pulang dan dapat membenahi kampung kita yang di Sumatra Utara khususnya untuk si TOBA karena aku baca sebuah artikel dari rri.co.id mencatat bahwa 5-10 Tahun lagi si TOBA akan dibanjiri Turis Asing. MARI BANGGA MENJADI INDONESIA J

This is also published in http://issuu.com/ppsutaiwan7/docs/e-bulletin_ppsu_taiwan_ed_3 






            

Sabtu, 07 November 2015

MOS…. Yang sering dikenal dengan masa orientasi siswa. Inilah yang kebanyakan dilakukan mahasiswa senior kepada mahasiswa baru ketika memasuki sekolah menengah atas atau perguruan tinggi. Kebanyakan orang khususnya senior sangat senang jika melakukan Mos. Ya, karena senior bisa memperkenalkan kawasan kampusnya dengan baik, educated, dan akrab. Oopps, maaf itu merupakan hanya sebuah imajinasi saya. Sebaliknya saya melihat Mos itu dilakukan bukanlah menjadi sebuah educated tetapi yang sangat memalukan. Seperti senior membuat junior menangis, memohon, agar apa yang dikatakan senior itu dapat dilakukan junior. Dan junior akan diberikan sebuah nama oleh senior (Seperti nama planet, binatang, dll) agar namanya bisa dikenal senior dan junior dapat mempertanggung jawabkannya. Selain itu, beberapa orang yang sedang melakukan Mos meninggal dunia karena kelelahan dan diberikan suatu yang tidak baik. Kebanyakan yang bilang bahwa hal ini sangat baik dilakukan karena katanya baik untuk menguji “Mental”.

Ngomong-ngomong tentang mental, sebenarnya apakah defenisi mental? Menurut kamus bahasa Indonesia, mental adalah bersangkutan dengan batin dan watak manusia, yang bukan bersifat badan atau tenaga. Sudah jelas, apakah kejadian diatas menunjukan sebuah watak manusia?. Mungkin anda bertanya bahwa saya menulis ini karena saya mempunyai kejadian buruk ketika Mos di SMA atau Perguruan Tinggi. Jawabannya TIDAK. Saya melihat bahwa istilah Mos sudah sangat lengket dipikiran tiap orang bahwa itu tidak baik dan kelakuan yang kurang kerjaan. Namun sebaliknya aku mengatakan bahwa Mos itu haruslah DILAKUKAN tetapi dengan cara yang benar-benar educated, atau yang membuat mahasiswa baru itu dapat merasakan kemana mereka akan melangkah ke arah yang lebih baik.

    Nah, sekarang aku ingin bercerita sedikit tentang pengalaman ku bagaimana Mos dilakukan di salah satu sekolah di Taiwan. Mos disini dikenal dengan Summer camp atau English Summer Camp. Dari namanya saja kita bisa mengetahui bahwa ini dilakukan ketika libur summer atau musim panas. Ini dilakukan satu minggu sebelum masuk pelajaran baru. Jadi ketika saya menjadi panitia, saya merasa kagum dengan yang mereka perbuat. Ketika mereka melakukan summer camp, mereka tidak ada mengenal istilah Jengkol, Petai, atau semacamnya. Jadi disini mereka memang didik, dibenahi dengan materi berbasis bahasa inggris, dan mereka diberikan tugas presentasi yang akan mereka presentasikan di hari terakhir summer camp. Jadwal mereka dari Pkl.08.00-21.00 dimana dari pukul 08.00-12.00 mereka akan belajar di kelas, dan istirahat 2 jam dan dilanjutkan juga bagaimana membuat presentasi untuk mahasiswa 02.00-17.00. Dan dari pkl 18.00-21.00 Mereka akan ada sebuah games atau memperkenalkan sekolah kepada junior dan ini bertujuan untuk mempererat keakraban antar junior dan senior. Lalu mereka akan tidur di asrama setelah melakukan camp. Selain itu, mereka juga dilatih bagaimana bertanggung jawab seperti mereka akan dinilai dengan projek yang mereka lakukan. Dan inilah yang akan menentukan apakah mereka diterima atau tidak disekolah tersebut. Satu hal lagi, mereka juga dilatih untuk disiplin.
           
Discussion


Presentation
Time Keeper




Games

            Bagaimana dengan saya? Apa yang saya lakukan? Di camp ini, saya bertugas menjadi asisten guru yang bertugas untuk memberikan arahan kepada junior, mengabsen, dan membantu guru jika guru membutuhkan sesuatu, dan menghitung nilai mereka selama 1 minggu. Jadi, panitia disini seperti senior yang dimana sebelum summer camp, panitia dilatih selama lima hari agar senior tahu apa yang akan mereka lakukan. Disini saya bukan membandingkan suatu kejadian yang terjadi di beda Negara, tetapi saya memberikan tulisan ini agar kita dapat terinspirasi dari hal yang baik. Bisa saja anda tidak sependapat dengan saya, karena setiap orang mempunyai hak.Semoga bermanfaat!!
Enjoying Concert in The School


Jumat, 21 Agustus 2015


            Rabu, 19 Agustus 2015…. Aroma dan khas kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 70 tahun masih saja tercium di Negara Formosa ini. Selagi kami masih libur dari segala projek yang dari Profesor, Aku bersama teman-teman ku diajak salah seorang petugas yang darahnya 80% Cina, 10% Arab, dan 10% Toraja diajak untuk  pergi ke desa Sanxia, Taiwan untuk merayakan dan menghibur saudara saudari yang ada di detention. Sebelum saya berbagi arti kemerdakaan yang mereka alami di Negara ini, saya ingin memberitahukan bahwa detention ini adalah tempat dimana para pekerja asing ditangkap karena mereka kabur dari tempat kerja mereka. jadi sebelum dokumen mereka beres, mereka belum bisa pulang ke Negaranya masing-masing. Jadi ditempat ini, aku sangat terkejut. Kenapa? Di tempat ini saya merasa bukan detention, karena tempat ini bersih, dan luas.
            Kurang lebih dari 1 jam dari Neili, kami sampai ke tempat ini. Untuk masuk ke tempat ini, tidak diperbolehkan untuk sembarang orang. Harus ada petugas yang membawa atau menjamin. Selain itu, pengunjung harus menunjukan kartu tanda pengenal (ARC) agar bisa masuk ke tempat ini. Kami pun masuk, dengan membawa bahan dan peralatan kami untuk dapat kami berikan kepada saudara/i asal Indonesia di tempat ini. Ketika kami masuk, saya melihat ada banyak sekali asal Negara Indonesia yang tertangkap dibanding dari negara2 lain. Mereka pun dibagi kelompok sesuai dengan negaranya masing2.
            Kami pun memulai acaranya, dan salah seorang temanku memimpin dahulu. Kami pun bersama2 menyanyikan Indonesia Raya untuk memulai acara di detention. Dalam menyanyikan lagu tersebut, saya mencoba untuk memperhatikan satu/satu teman2 yang ada di detention. Ketika mereka menyanyikan lagu tersebut, saya melihat beberapa orang khususnya cewek menangis sambil menyanyikan lagu tersebut. Aku berpikir, mungkin mereka menangis karena rindunya akan sanak saudara yang ada di Indonesia atau ingin segera pulang ke negara Indonesia. Ditambah lagi kami menyanyikan lagu Hari Merdeka. Setelah menyanyikan lagu Hari Merdeka, temanku pun mengatakan MERDEKA. Setelah itu aku mendengar dari barisan laki-laki, bahwa dia belom merdeka karena masih berada di detention.
Setelah temanku memimpin lagu untuk dinyanyikan, akupun mengambil bagian dalam acara ini. Aku kembali memperkenalkan diri bahwa aku berperan sebagai JK dan temanku yang satu lagi berperan sebagai JD. Hahaha…. (Biar mereka terhibur) jadi sebenarnya ketika aku ngambil bagian, aku sebenarnya bingung mau buat acara apa. Eh dengan tiba2, ada sebuah ide yang masuk agar aku membuat acara dan menanyakan kepada mereka “Apa arti dari kemerdekaan buat mereka? dan Apa Harapannya buat Indonesia?” Ketika aku bertanya, ada seorang laki dengan berani maju walau teman-temannya mentertawakan dia. Pria tersebut yang asalnya dari Kediri. Dia mengungkapkan “Kermerdekaan itu adalah kebebasan yang dimana ada batasnya dan harapannya buat Indonesia agar lebih memperhatikan rakyat Indonesia seperti kami ini Mas.” Dan saya kambali melontarkan pertanyaan yang sama dan yang saya ingin wanita yang menjawab. Lalu seoranng wanita pun maju dengan memperkenalkan namanya. Namanya adalah Sri yang asalnya dari Kediri juga. Dia mengatakan bahwa di hari kemerdekaan ini adalah hari dimana dia merayakan hari ulang tahunnya juga. Jadi dia mengungkapan bahwa ini adalah pertama kalinya dia merayakannya di detention. Ketika dia mengatakan itu, dia menangis. Harapannya buat Indonesia agar lebih memperhatikan warganya terkhusus di Negara orang yang lagi mencari nafkah. Dan harapan mereka itu agar warganya itu tidak lagi pergi ke Negara orang untuk mencari nafkah, dan lapangan perkerjaan lebih tersedia lagi untuk orang2 yang tidak mempunyai latar belakang pendidikan yang bagus. Dan dia berharap agar kemerdekaan ini bukan hanya dalam perkataan saja namu dalam tindakan yang nyata. Mereka menangis, namun apa daya tidak ada yang bisa mereka perbuat hanya pasrah dan berharap agar semuanya cepat terselesaikan dan merdeka. Satu hal lagi, agar agency yang tidak bertanggung jawab, agar lebih ditindak dan buat calon pekerja yang akan ke luar negeri agar lebih berhati2 lagi.
Menit pun berjalan terus karena kami pun mempunyai batas waktu mengadakan acara di detention. Kami pun membagi kelompok kecil agar bisa mendengarkan curhatan mereka dan  saling mendoakan satu sama lain. Dalam kelompok kecil ku, ada mbak yang menceritakan dia kabur karena sebelum dia datang di Indonesia dia ditawarkan kerja di pabrik Taiwan tapi setelah dia tiba di Taiwan, dia bekerja sebagai petani dari Pukul 5 pagi sampai Pukul 8 Malam waktu Taiwan. Setelah dia bekerja, dia pun kembali merawat orangtua. Tiada hentinya dia bekerja. Dan satu orang lagi dia selalu menangis, saya tanyak untuk cerita tapi dia tidak mau carita mungkin dia hanya bisa menangis untuk cerita yang dia rasakan. Kami terdiri dari berbagai agama namun kami saling mendoakan agar mereka tetap semangat, dokumennya bisa terselesaikan dengan baik dan cepat, agar selalu bersyukur dan menikmati segala prosesnya. Setelah berdoa, aku membiarkan mereka menangis agar dapat terlampiaskan. Dan setelah itu, aku merasa bahagia karena aku melihat mereka tersenyum walau dalam keadaan nangis. Dan say good bye kepada mereka.
            Mendengar hal itu aku sadar bahwa Negara ku Indonesia di umur yang ke 70 tahun ini, masih banyak yang haus akan makna dari sebuah kata MERDEKA. Mungkin anda berpikir bahwa tulisan ini dibuat agar saya jadi terkenal atau apalah itu. Namun saya menulis ini, karena merekalah yang minta agar suara mereka yang dari tanah Formosa yang tandus ini bisa di dengar saudara-saudarnya terutama pemerintah yang ada di tanah Indonesia yang subur dan kaya akan sumber daya alamnya. Kita sebagai bangsa Indonesia agar lebih saling membahu satu sama lain untuk kesejahteraan Negara Indonesia tanpa mementingkan agama, suku, dan ras. Mari kita satukan perbedaan agar menjadi indah seperti pelangi yang indah setelah hujan menyiraminya. Inilah sebuah catatan singkat dari SanxiA, Taiwan untuk kemerdekaan Indonesia yang ke 70 tahun.  INDONESIA, MERDEKA-lah !! kami akan berdoa, berharap, dan berjuang demi nama mu dan warna mu. Coretan ini aku persembahkan buat Indonesia.

                                                                                      Sanxia, Taiwan. 19 Agustus 2015

                                                                                                               


Kamis, 20 Agustus 2015

Siapa yang tidak mengetahui kemerdekaan Republik Indonesia. Ya, tentu saja semuanya mengetahui hari itu yang jatuh pada tanggal 17 Agustus 1945. Hari ini merupakan hari yang paling banyak ditunggu-tunggu oleh rakyat Indonesia yang ingin merayakannya. Dari Upacara bendera, lomba balap karung, lomba panjat pinang, dsb. Kali ini saya ingin menceritakan pengalaman saya merayakan hari ulang tahun tanah air ku Indonesia yang ke 70 tahun. Tepat tahun ini saya merayakannya di Negara orang. Begitu sangat berbeda, kenapa? Tentu saja karena euphoria penyambutannya tidak kelihatan karena di Negara orang.

Aku bangun pagi sekali hari ini karena ada undangan dari Kantor Dagang Indonesia yang ada di Taiwan untuk menghadiri upacara bendera. Acaranya cukup ramai, tapi apa mau dikata acaranya hanya upacara dan makan bersama, eh satu lagi acara poto bareng. Setelah dari KDI, saya pergi ke salah satu Universitas yang ada di Taiwan yang dimana pelajar Indonesianya mengadakan pertandingan 17-an. Mereka mengadakan pertunjukan alat music tradisional angklung, dan lomba makan kerupuk. Nah dilomba makan kerupuk tersebut saya berpartisipasi. Begitu seru karena bisa dikatakan ini pertandingan internasional karena pesertanya dari berbagai Negara. Anehnya dalam pertandingan ini, kita diperbolehkan minum. Kata panitianya sih biar tidak keselek (Mungkin karena pesertanya Bule). Waktu itu aku hajar aja makan kerupuknya karena sudah lama juga aku tidak makan kerupuk buatan Indonesia he…he…he….. dan akhirnya pertandingan pun selesai. Sebenarnya pemenangnya itu aku kalau dilihat dari video yang direkam oleh teman ku, tapi mungkin karena pertandingan ini lebih mengutamakan pesertanya bule, ya mau apalagi jadi dapat juara ke-2. Tapi, bukan itu yang menjadi yang utama, yang terpenting adalah keseruan merayakan hari ulang tahun Republik Indonesia di Negara orang. Haha…. Harapannya di umur ke 70 tahun ini, Negara ku semakin tahu arti dari INDONESIA dan penuh dengan kasih. TUHAN MEMBERKATI INDONESIA…… 












            

Rabu, 25 Maret 2015

New Day, New Town, New Place, and New Friends....
Thank GOD!!
They are my friends from Indonesia in Yuan Ze University.
So, Here's our community :)


































Hello semuanya...
Ini ada beberapa makanan yang ada di Taiwan.
Maaf gak semua tahu namanya cuma makan aja. 
Haha


PIZZA 







Selasa, 24 Maret 2015

25.03.2015 Pkl 12.12 AM












Tepat  satu bulan yang lalu saya berangkat dari Indonesia ke Negara ini. Ada banyak rasa senang dan duka yang ku alami sampai saat ini dan itu berkat TUHAN yang masih melindungi dan memberkati aku sehingga aku dapat menulis bagian ini. Sebenarnya ada banyak yang ingin ku katakan menjadi mahasiswa di Negara orang lain, dimana semuanya serba baru dan penuh tantangan. Baik itu dari segi bahasa, financial, lingkungan, udara,orang asing, oh dan agama dimana disini masih banyak yang tidak punya agama dan mengandalkan kekuatan “science”  dan banyak lagilah yang tak bias ku katakana satu persatu. Dulu, aku pingin sekali merasakan hidup mandiri dan jauh dari keluarga krn ingin merasakan apakah aku mampu tanpa mereka?? Sebenarnya ini perdana ku menjadi seorang anak kos. Sekali jadi anak kos, itu pun jaaaaauuhhh kali ke Negara orang pulak itu. Tak pernah aku berpikir bahwa aku sampai di Negara ini dan aku yakin itu karena berkat TUHAN yang diberikan kepada ku.
        Selama sebulan ini, aku kadang merasakan “home sick”. Baru inilah aku merasakan bahwa aku sangat merindukan keluarga ku yang ada di Indonesia. Dalam hati berkata “Aku ingin Pulang” karena ingin melakukan hal2 yang dulu sewaktu di Indonesia dan tak terbiasa dengan hal yang baru. Disatu sisi lagi, “Aku tidak mau pulang” artinya disini bukannya aku tidak mencintai Negara ku Indonesia tetapi aku ingin menyelesaikan tanggungjawabku yang telah diberikan TUHAN di studi ku ini sehingga setelah aku pulang, aku dapat membawa kebahagiaan kepada keluarga ku, orang yang tidak mampu, dan bagi Negara ku Indonesia. Aku yakin dan percaya bahwa TUHAN memampukan ku untuk dapat meyelesaikan ini dalam 2 tahun kemudian dan aku hanya dapat berusaha dan berserah kepadaNya saja.
        Sejauh ini, aku sangat bersyukur sekali kepada TUHAN bahwa aku di Negara ini di uji olehNya. Bagaimana saya dapat menjalani dan menghadapi ini semua. Aku tahu ini sangat Berat ttp TUHAN ku akan memampukan ku dan mengujiku diluar dari kemampuan ku.

Doa :
Puji dan syukur yang begitu dalam ku ucapakan kepada Mu Tuhan Yesus, dimana Engkau masih memberkati dan melindungiku di Negara ini dan genap 1 bulan. Tuhan Yesus, aku tahu ini begitu sulit aku hadapi tetapi aku yakin dan percaya bahwa Tuhan akan mengiringi dan membantu ku di setiap aku melangkah dan hadapi ini. Aku tahu Tuhan, Engkau sedang menguji aku disini setelah aku mendapat firman Mu selama di Indonesia dengan baik dan Engkau menempatkan aku di Negara ini supaya aku dapat mengendalkan Mu dalam diriku. Tuhan, aku terimakasih banyak bahwa aku dan teman2 ku dapat merasakan anugerah Mu juga. Tuhan Yesus, sampaikan salam ku kepada keluarga ku yang ada di rumah dan di gereja dan hanya Engkaulah yang memberkati mereka Tuhan dan memberikan mereka kesehatan. Tuhan Yesus, aku tahu ini hanya permulaan dan masih banyak lagi tantangan yang akan ku hadapi. Dan aku tidak takut akan itu karena Tuhan ku lebih besar dari masalahku. Dan jadikan juga aku menjadi berkat di lingkungan ku yang baru ini Tuhan Yesus yang baik. Terimakasih ya Tuhan Yesus yang baik. Terpuji dan termuliah kini dan sepanjang segala masa. Hanya ini doa anak Mu, Engkaulah yang menyempurnakan dan mengabulkan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amen.